Batik Indonesia Punya Ciri Khas

Diposting oleh Oktavianti Liwoso , Selasa, 30 Maret 2010 23.45



BATIK, merupakan kain tradisional Tanah Air yang keberadaannya pun telah diakui badan internasional PBB melalui UNESCO yang menangani pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.



Karena itu, seharusnya masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan adanya klaim batik oleh negara lain. Terlebih karena sebenarnya batik Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri, bahkan berbeda dengan batik yang dimiliki Malaysia ataupun China.

"Batik asli Indonesia bukan produksi pabrikan (printing/kain bermotif batik). Selama ini, batik khas nasional diproses secara tulis atau dikenal dengan sebutan batik tulis. Ada pula batik cap yang juga termasuk batik khas Indonesia," kata Ketua Asosiasi Tenun, Batik, dan Bordir Jawa Timur, Erwin Sosrokusumo.

Menurut dia, sebenarnya batik Indonesia sudah dikenal bangsa lain sejak zaman Kerajaan Jenggala, Airlangga, dan Majapahit. Namun, saat itu bahan utamanya didatangkan dari China. Penyebabnya, kain sebagai bahan dasar membatik sulit diperoleh di Indonesia.

"Untuk itu, batik memang harus diklaim negara ini dan bukan negara lain yang mengaku-aku," ujarnya.

Sementara itu, ia menjelaskan, pengakuan UNESCO terhadap batik negeri ini pada 2 Oktober 2009 adalah peluang utama mempertahankan kebudayaan bangsa.

"Apalagi, selama ini batik Indonesia sudah memiliki pasar di berbagai negara di dunia, seperti di sejumlah negara Eropa dan Asia," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Arifin T Hariadi, merasa bangga karena batik sebagai warisan nenek moyang Indonesia bisa memperoleh pengakuan internasional.

"Kebanggaan ini wajib disyukuri dan didukung secara penuh oleh seluruh masyarakat Indonesia," katanya.

Di sisi lain, ia menyatakan, kerajinan batik Indonesia sudah sepantasnya diangkat menjadi warisan budaya dunia. Untuk itu, bangsa Indonesia tidak perlu khawatir jika negara lain mengakui batik menjadi miliknya.

"Klaim yang dilakukan Malaysia dan China, keduanya sama-sama memproduksi batik, tetapi produk itu bukan batik sebenarnya alias printing (kain bermotif batik produksi pabrik). Kami bersyukur konsep batik kita sulit ditiru karena memiliki ciri khas tertentu," katanya.

Ketika batik Indonesia sudah resmi menjadi warisan budaya internasional, ke depan, pihaknya mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Indonesia supaya lebih mencintai produk batik dan produk dalam negeri. Apabila hal tersebut bisa direalisasikan secepatnya, ia optimistis, pertumbuhan angka penjualan perajin batik baik industri kecil menengah (IKM) dan usaha kecil menengah (UKM) kian meningkat

Read More......

Seni Batik Ciri Khas Indonesia

Diposting oleh Oktavianti Liwoso 23.43

Salah satu hasil karya rakyat bangsa yang sampai saat ini masih membuat dunia terkagum-kagum dan bahkan terpesona adalah Batik (lihat Batik Online).



Batik merupakan produk budaya Indonesia yang sangat unik dan merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan dan dibudidayakan. Selain itu, Busana Batik juga merupakan salah satu solusi potensial untuk mendongkrak devisa negara melalui revitalisasi industri kecil dan menengah. Hingga kini Busana Batik digunakan sebagai pakaian yang sangat eksotis. Khususnya karena Model Batik dan motifnya yang unik dan beragam baik itu di mata masyarakat pribumi sendiri ataupun pendatang asing dan tidak terkecuali masisir. (Klik “Jual Batik”)


Dalam proses pembuatannya, Baju Batik ternyata memakan proses yang cukup lama dan rumit. Mulai dari pemilihan kain yang bagus dan sesuai, kemudian obat batik, dan penyablonan atau pengecatan/pelukisan seni batik. Adapun prosesnya, dimulai dari pembuatan pola, kemudian penutupan dan pewarnaan dilakukan berulang-ulang hingga mendapat hasil yang diinginkan. Proses penutupan kain dengan bahan malam atau semacam bahan lilin dilakukan agar pori-pori kain tidak terwarnai. Alat yang digunakan untuk proses penutupan adalah Canting, Anglo atau kompor dan wajan kecil untuk memanasi malam. Namun yang paling rumit adalah Mode Batik canting karena membutuhkan ketrampilan yang khusus dan sedikit orang yang mampu untuk membuat batik canting. Rata-rata masyarakat yang terampil dalam menghasilkan produksi batik canting adalah masyarakat di daerah Pekalongan, Surakarta dan Jogjakarta.

Keunikan seni batik atau Mode Batik sendiri dapat dilihat motifnya yang beraneka ragam mulai dari motif yang bernuansa klasik hingga modern. Definisi dari motif adalah corak-corak hiasan yang digunakan dalam proses melukis atau menerapkan batik.(silahkan lihat Batik Online)

Para panelis dan perancang mode internasional seperti Jepang mengakui bahwa Model Batik bisa memberikan sebuah inspirasi tersendiri dalam menghasilkan sebuah trend pakaian bertaraf internasional. Banyak sekali trend baju kontemporer yang mulai berkiblat dan memanfaatkan seni batik. Hingga saat ini minat masyarakat mancanegara terhadap batik sangatlah besar.

Namun sepertinya Baju Batik yang merupakan produk peradaban dan kebudayaan Nusantara kita sedang hampir mengalami 'kecolongan'. Seni Batik kurang terperhatikan untuk diberdayakan sebagai sumber devisa yang sangat potensial. Jika kondisi ini kita relakan berjalan dengan apa adanya, maka bisa diprediksikan negara kita akan mengalami kerugian yang sangat memprihatinkan. Kerugian tersebut tidak hanya dari segi materi yang mana bisa kita daya gunakan untuk mendongkrak devisa negara melalui sektor pariwisata maupun ekspor-impor. melainkan juga kerugian dari segi keotentikannya sebagai produk peradaban bangsa Indonesia akan terancam semakin samar di mata dunia internasioanal dan lama kelamaan akan luntur ditelan zaman.

Betapa tidak, batik yang selama ini telah menjadi maskot visualisasi kekayaan budaya kita di mata dunia mulai mengabur originalitasnya sebagai salah satu kekayaan khazanah budaya Nusantara (Batik Modern). Bahkan ironisnya, batik siap "diserobot" oleh negara lain sebagai produk original negara mereka. Namun yang terpenting, apakah kita sang penerus tongkat estafeta kehidupan bangsa tahu atau setidaknya peduli dengan fakta ini?. Mungkin bisa dibilang sedikit sekali yang peduli akan hal tersebut karena mayoritas masyarakat kita masih memandang batik sebelah mata. Begitu pula halnya dengan pemerintah kita yang kurang intens atau peduli dengan industri perbatikan Nusantara. Padahal jika masyarakat dan pemerintah mau dan bersama-sama peduli, pasti sekarang bahkan mungkin sudah sejak lama, batik menjadi sebuah karya dan primadona masyarakat dunia (silahkan lihat “Batik Modern”.

Read More......

Bentenan, Batik khas Minahasa

Diposting oleh Oktavianti Liwoso 23.36






Anyway Busway, soal kain Bentenan ini, berasal dari desa Bentenan yang terletak di Pantai Timur Minahasa Selatan. Kain ini ditemukan dan terakhir ditenun pada tahun 1900an.Waah...lama ajaa. Dan yang bikin "sedih" literatur tentang hal ini kebanyakan dibuat oleh orang asing dan koleksinya juga banyak berada di musium luar negeri seperti di Belanda dan Jerman.



Hari ini ibu gaya, pake baju baru, cieee.....Beberapa bulan lalu dapet oleh-oleh kain "batik" Bentenan dari Minahasa. Warna-warnanya cenderung cerah. Dikasih 3 kain (ijo, pink dan kuning , semuanya ngejreng), baru 2 yang ibu jadiin baju. Satu lagi penjahitnya nggak sempet katanya.


Pada masanya, kain tenun Bentenan ini salah satu kain yang sangat tinggi mutunya di dunia. Selain karena teknik pembuatannya yang tanpa sambungan, cara membuatnya juga ribet loh. Pake upacara ritual segala. Kain ini juga memiliki motif yang baku, semuanya ada 7 motif. Salah satu yang motifnya adalah motif Koffo Sangihe Talaud yang ibu pake. Tuh yang ijo. Yang pink nggak kefoto. Nah itu si kuning yang belum kejait. Lagi mikir dulu mau dibikin model apa.




Adalah Yayasan Karema (Kreasi Masyarakat Sulawesi Utara), salah satu pihak yang juga mencoba mempopulerkan kain ini. Karema sendiri merupakan pemimpin spiritual peremuan pertama Minahasa.Dalam perannya sebagai pemimpin rohani, Karema lah yang mensahkan perkawinan Toar-Lumimuut, nenek moyang/cikal bakal orang Minahasa. Begitchu ceritanya.



Kainnya licin dan adem. Kalo di ruang AC jadi tambah dingin. Harga nggak tau, soalnya oleh-oleh hihihi....
Nah mumpung lagi tren batik, gimana kalo kita cobain juga kain-kain dari daerah lain. Salah satunya ya bentenan ini.

Read More......